Kamis, 13 Juni 2013




Rabu, 12 Juni 2013

PO. Budiman

BCB didirikan sejak tahun 1992. walaupun mungkin termasuk masih baru, tetapi hingga kini BCB sudah mempunyai pool yang cukup luas. Bahkan armadanya sendiri mancapai 700 unit bis (wah jumlah yang tidak sedikit), dari berbagai jenis masin dan berbagai macam karoseri.
Dengan armada yang sebanyak itu tentunya BCB harus bisa memanajemen perusahaan dengan baik. Diantaranya dengan adanya agen-agen & sekaligus sebagai pengontrolan di setiap daerah-daerah yang dilaluinya, yang bertujuan agar tidak terjadinya kecurangan dalam mengambil penumpang. Adapun dengan cara membuat kode-kode mesin, agar memudahkan perbaikan mesin dan sebagainya. Berikut beberapa kode yang saya tahu:
IL  = Intercooler Long
DL = Donking Long
R    = Hino RG
HP = Hino AK
VL = Volvo
E    = Mercedes-Benz EURO
W   = Pariwisata

PO. Bejeu


Berdiri sekitar tahun 2002, PO. Bejeu awalnya hanya melayani carter mobil saja tapi sejak juli 2007 mulai buka line AKAP (antar kota antar provinsi) Jepara - Jakarta.
Pemberian nama Bejeu sebenarnya adalah singkatan dari BJU yakni Bongkotan Jati Utama ,tapi agar lebih enak dalam pengucapannya kemudian dinamakan PO. Bejeu....

Usaha ini berawal dari usaha bongkotan kayu jati hasil lelang sejak tahun 1989,namun menurut pendiri sekaligus pemilik PO. Bejeu  H. Rofi'udin SE untuk menambah perputaran dana usaha lantas beliau mencoba membuka usaha transportasi. Di mulai dari armada Isuzu Bison,lantas tahun 2003 membeli bus besar hasil lelang bus bekas ex Big Bird di Jakarta.

PO. New Shantika


PO. SHANTIKA  yang merupakan bis Muria_an didirikan pada tanggal 13 maret 2005 oleh Bapak Taufiek dengan jalur pertama yakni Jepara -Jakarta PP. Seiring dengan perkembangan waktu kemudian membuka jalur baru Jakarta -Purwodadi akan tetapi sampai pada saat ini jalur tersebut tidak sedang berjalan yang di sebabkan oleh beberapa alasan.... mungkin penumpangnya sepi.....ato jalur purwodadi memang jalurnya sering mengalami kerusakan,mungkin hal ini akan berdampak pada armada SHANTIKA yang memang sebagian besar ber-air suspension...

Tahun 2008 SHANTIKA yang bermarkas di ngabul, Jepara ini  mendapat suntikan dana investasi besar - besaran dari BANGUN PERKASA sangat memberikan dampak yang sangat besar bagi perkembangan SHANTIKA hingga saat ini..

PO. Rosalia Indah

rosalia indah

1. Bagaimana persyaratan bekerja di BPU Rosalia Indah?
Jawab :  Dengan menyampaikan surat lamaran kerja yang disertai daftar riwayat hidup, foto 4x6 2 lembar, fotokopi kartu tanda penduduk, fotokopi ijasah, fotokopi transkrip akademik, fotokopi skck, surat keterangan dokter.

2. Apakah BPU Rosalia Indah akan selalu meremajakan armadanya baik dari interior maupun exterior ?
Jawab : Iya.  Untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

3. Apakah ada rencana dari pihak Rosalia Indah untuk mengadakan pelayanan shuttle?
Jawab : kita sudah ada pelayanan shuttle, untuk sementara ini baru diberlakukan di wilayah Solo-Surabaya-Solo.

4. Asal-usul penggunaan nama Rosalia Indah? Dan sejarah berdirinya BPU Rosalia Indah?
Jawab : Nama Rosalia Indah diambil dari nama anak pertama pemilik Rosalia Indah.
Sejarah BPU Rosalia Indah adalah sebagai berikut :
Pada tahun 1983 pasangan suami istri, Bp.Yustinus Soeroso dengan Ibu.Yustina Rahyuni Soeroso merintis perusahaan perseorangan yang bergerak di bidang jasa transportasi darat dengan nama PO. ROSALIA INDAH. Dan pada tanggal 15 Maret 1991 Perusahaan Otobus ROSALIA INDAH mengantongi izin usaha BIRO PERJALANAN UMUM (BPU) ROSALIA INDAH No. 05/D.2/BPU/III/1991 dengan alamat kantor di Jalan Raya Solo - Sragen KM. 7,5 Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah. BPU. ROSALIA INDAH mengembangkan sayap usahanya dengan menggunakan sarana angkutan bis dalam mengoperasionalkan unit usahanya. Perusahaan ini selalu mengedepankan pelayanan, keamanan, kenyamanan serta kebersihan armadanya ini yang pada tahun 1983 mulai mengoperasionalkan 1 (satu) kendaraan bermesin Isuzu dengan jalur lintasan/trayek antar kota jurusan Yogyakarta - Solo - Surabaya - Malang.
Pada perkembangan selanjutnya armada Rosalia Indah bermesin Colt Diesel. Pada tahun 1990-an ROSALIA INDAH yang semula berorientasi pada pelayanan transportasi AKDP menjadi AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) yang lebih memiliki daya jangkau luas dan lebih handal, dengan sumber daya manusia lebih dari 1000 personil dan lebih dari 140 kantor perwakilan dan agen Rosalia Indah tersebar di Jawa - Sumatera.

PO. RESTU


PO Surya Agung (Eka / Mira Group) di tahun 83-84 an. Armada yg dipakai adalah Mitsubishi BM dengan AC Gantung dengan jurusan Surabaya – Ponorogo. Hampir bersamaan dengan itu di jalur Surabaya – Tulungagung beroperasi juga ATB milik PO Surya Kencana dengan armada Hino BX dengan AC gantung juga.

Setelah itu di tahun 87 ke atas, tahun 90 an – 2000 an PO-PO yg lain menyusul, antara lain Jaya Utama (dengan armada Hino BX dan Mitsubishi BM ex bis malam), Kalisari Surabaya – Malang dgn MB OH, Akas Surabaya – Ponorogo dan Surabaya – Probolinggo dengan MB OH. Terus diikuti oleh Eka / Mira dengan Nissan CK/CB dan Hino RK Kompor, Sumber Kencono dengan RK Kompor dan Hino AK, Mandala Hino AK. Indrapura dengan Hino AK dan RK, Trigaya dengan Hino RK, Harapan Jaya dengan MB OK dan OH, Anggun Krida dengan MB OH ex bis malam dan lain-lain

DAMRI



Tahun 1945, setelah Indonesia merdeka, dibawa pengelolaan Kementrian Perhoeboengan RI, JAWA UNYU ZIGYOSHA berubah nama menjadi "Djawatan Pengangkoetan" untuk angkutan barang dan ZIDOSHA SOKYOKU beralih menjadi "Djawatan Angkutan Darat" untuk angkutan penumpang.


25 November 1946, kedua jawatan itu digabungkan berdasarkan Makloemat Menteri Perhoeboengan RI No.01/DAM/46 dibentuklah "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia", disingkat DAMRI, dengan tugas utama menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lainnya.
Tugas ini pulalah yang menjadikan semangat "Kesejarahan" DAMRI yang telah memainkan peranan aktif dalam kiprah perjuangan mempertahankan kemerdekaan melawan agresi Belanda di Jawa.
Tahun 1961, terjadi peralihan status DAMRI menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUPN) berdasarkan PP No.233 Tahun 1961, yang kemudian pada tahun 1965 BPUPN dihapus dan DAMRI ditetapkan menjadi Perusahaan Negara (PN).
Tahun 1982, DAMRI beralih status menjadi Perusahaan Umum (PERUM) berdasarkan PP No.30 Tahun 1984, selnajutnya dengan PP No. 31 Tahun 2002, hingga saat ini. Dimana PERUM DAMRI diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan jasa angkutan umum untuk penumpang dan atau barang di atas jalan dengan kendaraan bermotor.